Sawangan — Pondok Pesantren Sabilul Muttaqin menggelar kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) bekerja sama dengan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sawangan, Jumat (8/5/2026). Kegiatan ini menghadirkan sejumlah pemateri dari KUA Sawangan dengan tema besar “Pengendalian Emosi Usia Remaja dan Perencanaan Masa Depan”.
Kegiatan tersebut bertujuan membekali para remaja dengan pemahaman tentang kesehatan remaja, pengendalian emosi, perencanaan masa depan, hingga pencegahan pernikahan dini. Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian materi yang disampaikan secara interaktif dan komunikatif.
Penyuluh Agama Islam KUA Sawangan, Supri Septiyono, S. Ag., menyampaikan materi tentang pentingnya perencanaan masa depan bagi generasi muda. Ia menekankan bahwa masa remaja merupakan waktu terbaik untuk mempersiapkan cita-cita dan membangun karakter yang kuat.
“Perencanaan adalah bagian dari ikhtiar. Remaja harus memiliki visi hidup yang jelas, disiplin, dan mampu memanfaatkan waktu dengan baik,” ujarnya.
Dalam materinya, ia juga mengingatkan pentingnya keseimbangan antara usaha, ilmu, dan tawakal dalam meraih kesuksesan dunia maupun akhirat.
Materi selanjutnya disampaikan oleh Firdha Setyawan, S. Ag., dan Maslakhul Huda, S. Ag., mengenai kesehatan remaja. Ia menjelaskan bahwa remaja tidak hanya dituntut sehat secara fisik, tetapi juga sehat mental, sosial, dan produktif.
Menurutnya, masa remaja merupakan fase pencarian jati diri yang penuh tantangan sehingga perlu diarahkan dengan kegiatan positif. Ia juga mengajak peserta mengenali potensi diri, kelebihan, serta cita-cita yang ingin dicapai.
Sementara itu, Mailina, S. Ag., membawakan materi tentang pencegahan pernikahan dini. Ia mengingatkan bahwa pernikahan memerlukan kesiapan fisik, mental, ilmu, dan tanggung jawab yang matang.
“Menikah bukan sekadar siap secara usia, tetapi juga harus siap secara mental dan ekonomi,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pernikahan dini berisiko menimbulkan berbagai persoalan, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga sosial.
Pada sesi berikutnya, Ahsin Qolbaka, S. Ag., menyampaikan materi tentang pengendalian emosi remaja. Ia menjelaskan bahwa perubahan emosi pada usia remaja merupakan hal yang wajar, namun harus dikelola dengan baik agar tidak berdampak negatif.
“Remaja harus mampu mengalihkan emosi ke hal-hal positif, membangun komunikasi yang baik dengan keluarga dan lingkungan, serta memiliki konsep hidup yang jelas,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para remaja memiliki bekal pengetahuan dan karakter yang kuat dalam menghadapi tantangan zaman, sehingga mampu menjadi generasi yang sehat, berprestasi, dan siap menyongsong masa depan. (Indi)


0 Komentar