Sawangan, Magelang — Gerakan Pramuka Satuan Komunitas Sekawan Persada Nusantara (Sako SPN) Cabang Magelang kembali menggelar kegiatan pembinaan generasi muda melalui program “santri kalong” di Pondok Pesantren Sabilul Muttaqin, Sawangan, pada Sabtu (2/5/2026). Kegiatan ini diikuti sekitar 100 peserta Pramuka tingkat SD kelas 4–6 dari TPQ binaan LDII di wilayah Sawangan, Candimulyo, dan sekitarnya.
Kegiatan santri kalong merupakan salah satu metode pembinaan karakter yang dikemas dalam suasana kepramukaan dan keagamaan. Program ini sejalan dengan upaya LDII dalam membentuk generasi penerus yang unggul melalui konsep Tri Sukses Generus, yakni berakhlakul karimah, alim dan faqih, serta mandiri.
Rangkaian kegiatan diawali dengan upacara pembukaan pada sore hari, dilanjutkan dengan kuis edukatif dan makan bersama yang bertujuan menumbuhkan kebersamaan antar peserta. Memasuki waktu Maghrib, peserta melaksanakan salat berjamaah, kemudian menerima nasihat agama yang menekankan pentingnya membangun kebiasaan baik sejak usia dini.
Setelah salat Isya, kegiatan dilanjutkan dengan tadarus Al-Qur’an secara bersama-sama di bawah bimbingan para mubaligh. Suasana khidmat terlihat saat para peserta membaca dan menyimak ayat-ayat suci Al-Qur’an sebagai bagian dari pembinaan spiritual.
Pada malam hari, peserta mengikuti permainan edukatif berbasis pos yang dirancang untuk menguatkan nilai-nilai Tri Sukses Generus. Pada pos akhlakul karimah, peserta mempraktikkan tata cara salam dan mengucap syukur. Di pos alim faqih, peserta dilatih menghafal doa-doa harian. Sementara itu, pada pos kemandirian, peserta dibekali keterampilan sederhana seperti menata sandal dan sepatu dengan rapi saat mengikuti kegiatan.
Kegiatan berlanjut dengan apel malam yang diisi dengan pembiasaan bangun malam untuk berdoa. Setelah salat Subuh berjamaah, peserta mendapatkan nasihat pemantapan yang menekankan pentingnya menjaga kesinambungan pembinaan karakter dan ibadah dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, Sako SPN Cabang Magelang berupaya menghadirkan pembinaan yang terarah dan berkelanjutan bagi generasi muda. Hal ini sejalan dengan peran Sako SPN sebagai wadah strategis dalam membentuk generasi yang profesional religius melalui kegiatan kepramukaan berbasis nilai-nilai keagamaan.
Dengan pendekatan yang menyenangkan namun sarat makna, kegiatan santri kalong diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai luhur sejak dini, sehingga para peserta tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter dan mandiri. (Indi)


0 Komentar