ldiimagelang1@gmail.com Kabupaten Magelang, Jawa Tengah

Santri TPQ Al Fatah Klatak Banyudono Torehkan Prestasi di MAPSI 2026


Dukun, Magelang – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan santri Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Al Fatah, Klatak, Banyudono, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang. Tiga santri binaan TPQ tersebut berhasil meraih prestasi dalam ajang Lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami (MAPSI) XXVII tingkat Kecamatan Dukun tahun 2026.

Ajang yang mempertemukan peserta didik dari sekolah dasar se-Kecamatan Dukun tersebut diselenggarakan di Balai Desa Banyubiru pada 30 September 2026. Kegiatan menjadi wadah bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan di bidang pendidikan agama Islam sekaligus seni Islami. 

Ketiga santri tersebut yakni Quinzy Shirin Naqila yang meraih Juara Harapan 1 cabang Seni Khat Al-Qur’an. Quinzy merupakan siswa SD Negeri Banyubiru 2. Prestasi berikutnya diraih Khumaira Khoirunisa yang memperoleh Juara Harapan 1 cabang Cerita Islami dan tercatat sebagai siswa SD Negeri Banyudono 2. Sementara itu, Mulaikah Hanum Budiawan berhasil meraih Juara 1 cabang Rebana dan merupakan siswa SD Negeri Banyubiru 2.

Capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar TPQ Al Fatah. Prestasi di bidang seni dan pendidikan agama tersebut menunjukkan bahwa pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan di lingkungan TPQ dapat menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan potensi, keberanian, kreativitas, sekaligus kecintaan terhadap nilai-nilai keislaman.

Bagi TPQ Al Fatah, keikutsertaan dalam MAPSI bukan semata-mata mengejar prestasi. Ajang tersebut menjadi kesempatan bagi para santri untuk belajar tampil, mengasah kemampuan, membangun kepercayaan diri, serta berkompetisi secara sehat. Hal ini sejalan dengan semangat pembinaan generasi muda melalui pendidikan agama dan pengembangan bakat sejak usia dini.

Pembina TPQ Al Fatah Klatak Banyudono, Shodiq Ismanto, menyampaikan apresiasi kepada seluruh santri yang telah mengikuti MAPSI dengan penuh semangat. Menurutnya, keberhasilan tiga santri tersebut tidak terlepas dari proses belajar, latihan, dukungan orang tua, serta bimbingan dari para pembina.

“Kami mengapresiasi dan bersyukur atas capaian yang diraih anak-anak. Bagi kami, setiap prestasi adalah hasil dari proses belajar dan latihan yang harus terus dijaga. Yang terpenting bukan hanya mendapatkan juara, tetapi anak-anak semakin percaya diri, memiliki semangat belajar, dan mampu mengembangkan potensi yang mereka miliki,” ujar Shodiq.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pihak sekolah yang telah memberikan kepercayaan kepada para santri TPQ Al Fatah untuk mengikuti ajang MAPSI. Menurutnya, sinergi antara TPQ, sekolah, dan orang tua menjadi bagian penting dalam mendukung perkembangan pendidikan dan prestasi anak.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada pihak sekolah yang telah memberikan kepercayaan dan bimbingan kepada anak-anak kami untuk mengikuti perlombaan. Semoga kerja sama dan kepercayaan ini dapat terus terjalin dengan baik sehingga anak-anak mendapatkan ruang yang lebih luas untuk belajar, berprestasi, dan mengembangkan bakatnya,” tambah Shodiq.

Prestasi Quinzy, Khumaira, dan Mulaikah diharapkan menjadi motivasi bagi santri TPQ Al Fatah lainnya untuk terus belajar dan berlatih. Lebih dari sekadar piala dan penghargaan, pengalaman mengikuti MAPSI diharapkan menjadi bekal bagi para santri untuk tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, percaya diri, dan mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya. (mara)

Komentar