Magelang — DPD LDII Kabupaten Magelang menegaskan komitmennya untuk turut menyukseskan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Magelang. Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan media gathering dan buka puasa bersama insan pers yang digelar di Resto Kebon Tebu, Kota Magelang, Rabu (11/3/2026).
Sekretaris DPD LDII Kabupaten Magelang, Arif Yulianto, S.T., M.T., mengatakan bahwa LDII siap berkontribusi dalam mewujudkan visi pembangunan Kabupaten Magelang, yakni Magelang Anyar Gress yang bermakna aman, nyaman, religius, unggul, dan sejahtera.
“Mewujudkan Kabupaten Magelang yang aman, nyaman, religius, unggul, dan sejahtera atau disebut *Anyar Gress*. Kami siap mendukung melalui delapan bidang pengabdian LDII untuk bangsa, salah satunya melalui bidang pendidikan,” ujar Arif.
Ia menjelaskan, jika pemerintah pusat memiliki program Asta Cita dan Pemerintah Kabupaten Magelang memiliki Sapta Cipta, maka LDII memiliki delapan bidang pengabdian untuk bangsa sebagai bentuk kontribusi nyata kepada masyarakat.
Menurutnya, empat bidang pertama berfokus pada pembangunan sumber daya manusia, yaitu kebangsaan, dakwah, pendidikan, dan kesehatan. Sementara empat bidang lainnya meliputi ekonomi syariah, ketahanan pangan dan lingkungan hidup, teknologi digital, serta energi baru terbarukan.
Arif menambahkan, pada bidang pendidikan, LDII Kabupaten Magelang secara konsisten melakukan pembinaan generasi muda melalui tiga aspek utama, yaitu pendidikan agama, pendidikan umum, dan pendidikan karakter.
“Pembinaan generasi muda dilakukan melalui berbagai kegiatan pengajian forum bagi remaja tingkat SMP hingga usia muda di tingkat PC dan PAC. Selain itu, terdapat pembinaan anak usia dini melalui pengajian cabe rawit bagi anak usia TK hingga SD yang dilaksanakan melalui TPA dan TPQ secara intensif,” jelasnya.
LDII Kabupaten Magelang juga menyelenggarakan pendidikan melalui pondok pesantren, di antaranya Pondok Pesantren Sabilul Muttaqin di Kecamatan Sawangan dan Pondok Pesantren Fastabiqul Khoirot di Kecamatan Kajoran. Kedua lembaga tersebut menjadi pusat pembinaan generasi muda agar tumbuh sebagai generasi religius dan berkarakter.
Sementara itu, Dewan Penasihat DPD LDII Kabupaten Magelang, KH. Modrik Santoso, S.Pd., M.M.Pd., menjelaskan bahwa pembentukan generasi yang religius dan profesional dilakukan melalui sinergi antara pendidikan formal dan pendidikan keagamaan.
“Karakter religius dibentuk melalui pendidikan di pondok pesantren atau pengajian di majelis taklim, sedangkan karakter profesional dibentuk melalui pendidikan di sekolah. Di dalamnya diperlukan kerja sama yang baik antara pengurus yayasan, kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, pamong, dan orang tua,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa LDII Kabupaten Magelang memiliki program pembinaan generasi muda bernama “santri kalong”. Dalam program tersebut, ratusan generasi muda mengikuti kegiatan pembinaan agama di pesantren pada akhir pekan.
“Kami memiliki program santri kalong. Sekitar 500 hingga 800 generasi muda LDII Kabupaten Magelang setiap Sabtu hingga Minggu bermalam di pesantren untuk mengikuti pembinaan agama dan karakter,” kata Modrik.
Menurutnya, program tersebut bertujuan membekali generasi muda dengan nilai-nilai keagamaan sekaligus mengarahkan mereka pada kegiatan positif.
“Kegiatan ini juga menjadi upaya meminimalisasi generasi muda dari aktivitas negatif pada malam Minggu, sehingga turut mendukung terwujudnya Kabupaten Magelang yang aman dan nyaman,” tutup Modrik Santoso yang juga pengasuh Pondok Pesantren Sabilul Muttaqin Sawangan. (dana)


1 Komentar
Semoga bisa berlanjut
BalasHapus